Category Archives: CI after UTS

GOOGLE GOOGLES

Standard

Google Googles is one of the latest innovations from Google which search by taking a picture. Goggles use image recognition technology to recognize objects and return relevant search results. This application Identifies products, famous landmarks, storefronts, artwork, and popular images found online. Goggles can translate words in English, French, Italian, German, Spanish,Portuguese & Russian.

It is a completely new way in searching the internet which uses image recognition technology to search for information based solely on a picture taken with a camera phone. This product is truly innovative and considered new to the organization and the consumer.

Below I try to make the business model of Google Google

20 Most Influence People in The World

Standard

In today’s class activity of Creativity and Innovation, we got a very interesting game about “memorizing words”. We had to remember 20 words related with 20 most influence people in the world. Beside memorizing the name, we also had to remember the specific order. It’s quite interesting, right?

And below the key words that we had to developinto several sentences and resulted an interesting story::

  1. Muhammad – Ratu
  2. Isaac Newton – Gua
  3. Jesus Christ – Raga
  4. Buddha – Tempat
  5. Confucius – Terima
  6. St. Paul -Senam
  7. Tsai Lun – Baju
  8. Johan Gutenberg – Balapan
  9.  Christopher Colombus – Cemilan
  10. Albert Einstein – Sesepuh
  11. Louis Pasteur – Sebel
  12. Galileo Galilei – Dobel
  13. Aristotle – Timbel
  14. Euclid – Fabel
  15. Moses – Mebel
  16.  Charles Darwin – Nambal
  17. Shih Huang Ti – Jubel
  18. Augustus Caesar – Label
  19. Nicolas Copernicus – Sambel
  20. Antoine Laurent Lavoisier – Dapul

Now, let’s start the story 

“ Alkisah seorang Ratu di zaman Nabi Muhammad memiliki kecintaan pada alam, dan memutuskan untuk memulai perjalanan serunya dalam menjelajah dunia. Dia pergi ke sebuah gua dan bertemu Isaac Newton yang terlihat sebagai sesosok raga yang sedang berdoa kepada Jesus Christ. Namun di tempat itu juga, dia menemukan  tempat penyembahan Buddha, dan menerima kesempatan yang sangat langka, yaitu bertemu langsung dengan seorang Confucius. Di luar gua, St Paul sedang melakukan kegiatan senam pagi bersama Tsai Lun yang memakai baju baru. Dan Johan Guttenburg sedang balapan dengan Christopher Columbus untuk mendapatkan hadiah cemilan dari sesepuh Albert Einstein. Louis Pateur sebel karena tidak diajak untuk ikut serta dalam balapan ini, dan sebelnya jadi double ketika Galileo Galilei menceritakan tentang keseruan balapan ini dan betapa nikmatnya hadiah yang akan diterima. Untuk mengembalikan mood nya, dia pergi ke warung nasi timbel milik Aristotle. Dia bertemu Euclid yang sedang bercerita tentang fabel kepada temannya yang bernama Moses, seorang pengusaha mebel. Ketika keluar dari warung, dia melihat Charles Darwin lagi nambel ban sepeda milik Shi Huang Ti di tempat yang bejubel. Dan dia membayar dengan selembar uang bergambar Julius Caesar sebagai label di permukaan depannya. Tiba-tiba dia merasa lapar dan melihat Nicolas Copernicus yang sedang makan sambel. Pemandangan ini membuatnya memutuskan untuk pergi ke rumah Antoine Laurent Lavoisier dan memasak makanan enak di dapul”

By trying to arrange the words into an interesting story, we remebered them with a fun way. This quick and easy way to remember develop our creativity and spontaneousity in the way of thinking.

-Rike Giri Cahyadi-

A Lesson Learned from Budi Rahardjo

Image

-Belajar untuk menjadi manusia-

“Budaya keja keras dan tidak takut gagal harus ditanamkan pada dalam diri kita, di Indonesia dan Singapura, gagal adalah suatu aib yang tidak pantas dibicarakan, sedangkan di Amerika, gagal dianggap biasa, dan mereka lebih mempercayakan suatu pekerjaan kepada orang yang pernah mengalami kegagalan karena sudah tahu medan perangnya”

Budi Rahardjo merupakan salah satu profil entrepreneur sukses di Indonesia yang bergerak dalam bidang Information Technology. Kesuksesan beliau juga menjadi inspirasi bagi para kaum muda untuk dapat mengembangkan bisnis sedini mungkin dari sejak mahasiswa.

Sosok luar biasa ini merupakan seorang technopreneur, dosen Teknik Elektro ITB, penulis artikel di bidang IT, pembicara untuk berbagai hal yang berhubungan dengan IT, konsultan information security, dan juga seorang pemain musik. Pengalaman yang dimilikinya tidak diragukan lagi dapat menjadi panutan bagi generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan diri, selalu berusaha, dan pantang menyerah untuk mencapai kesuksesan.

Digital Business
3 tahap dalam Tahapan Globalisasi 3.3:

  1. Version 1.0: zaman dahulu dimana masyarakat hanya mementingkan kewarganegaraan
  2. Version 2.0: zaman globalisasi multinational companies dimana mereka hanya mementingkan nama baik perusahaan
  3. Version 3.3: version 3.0 yang dimodifikasi terkait dengan bagaimana kita menjadi diri sendiri. Bagaimana kita membawa diri kita sendiri, bukan dari mana asal dan kapan kita hidup.

Tiga tahap globalisasi tersebut merupakan pedoman penting bagi beliau dalam menegembangkan bisnis dalam bidang digital. Saat ini, Indonesia harus dapat membuat bisnis teknologinya sendiri. Produk baru yang potensial untuk dikembangkan terkait dalam bidang informasi dan sistem digital, seperti musik, film, buku dan softaware. Tugas kita sebagai generasi muda untuk menciptakan sesuatu karya yang berguna untuk bangsa.

Analog to Digital

Hal yang menjadi kunci kesuksesan adalah pentingnya mencoba untuk menjadi entrepreneur ketika menjadi mahasiswa. Alasannya adalah kesalahan atau kegagalan lebih dapat ditolerir ketika menjadi mahasiswa. Setelah lulus, kita akan menerima lebih banyak tanggung jawab terkait harapan dari banyak pihak (orang tua, keluarga, masyarakat) adalah untuk menghasilkan uang. Sementara itu, entrepreneurship seperti kita ketahui bukan merupakan hal yang instan dan memerlukan proses untuk mencapai kesuksesan.

Kepedulian yang tinggi terhadap diri sendiri, menjadi diri sendiri, mengedepankan kemauan diri sendiri disertai dengan passion yang dimiliki penting untuk ditanamkan dalam diri kita masing-masing.
Begitu pula dalam hal bisinis, jika kita membuat bisnis yang kita sukai, maka itulah sukses. Semuanya menyenangkan. Bisnis tidak menjadi beban, tetapi menjadi hal yang menyenangkan. Dengan memiliki modal itu semua, maka orang-orang akan menjadi maju dan berubah menjadi lebih positif.

-Rike Giri Cahyadi-